Postingan

Almond Milk (Jakarta Area) Review

Gambar
Yea, so... following about the last time I talked about Almond Milk . Here is my review for some Almond Milk local brands (Jakarta Area only). Note : I bought all product stated here by my own money (psshh like there is a brand that would hire you as endorser, Ri). I never drink any Almond Milk and I'm not a professional so please do excuse me if the review seems ' amatiran ', yeah? Good? Good.

Activities this week : UNIQLO at Grand Indonesia and Almond Milk hunting

Gambar
So it's been a month since the last time I go to work. Nice. I don't have to wake up early and facing people I don't want to see. Money supplies are decreasing, though. But it's okay, I'll figure out something later. Later as in next year. Maybe January. ANYWAY! For the first time this month, I woke up early at 5:30 am and get out of the house at 7:00 am. All of this because I want to queue for UNIQLO's Grand Opening in Grand Indonesia. Grand opening in Grand Indonesia. Heh. See what I did there? My friend and I arrived at 8:30 (Thank God for Commuter Line! Sudimara - Sudirman only 30 minutes). East main lobby is still closed so we went through Shinta Lobby. But guess what?

Sakit itu mahal

Ya, betul. Sakit itu mahal. Selama ini waktu punya badan sehat ga disyukuri. Begitu sakit baru kerasa deh. Jadi seminggu yang lalu gue tiba-tiba kebangun malem-malem dan dada berasa sakit banget kayak diteken. Ga bisa nafas juga. Menderita banget lho huhuhuh langsung parno kan takutnya sakit jantung atau apa. Gue belum 24 tahun masa udah jantungan, kan aneh (ga aneh sih sebenernya wong gue ga pernah olahraga). Kata nyokap, gue kena angin duduk. Oh baiklah. Tapi kok sakit di dada ga sembuh-sembuh. Yang ada malah makin sakit. Akhirnya hari Senin, 21 Juli 2014, gue memutuskan untuk periksa ke Rumah Sakit Premier Bintaro (Ramsay Health Care). Di sana gue daftar untuk masalah penyakit dalam dan langsung minta periksa sama Dr. Suyanto. Fyi, Dr. Suyanto ini dulu dokter nyokap gue waktu nyokap ada masalah di ususnya setahun yang lalu. Agak lumayan tenang deh gue liat muka familiar. Secara gue udik gitu kan ga mampu berobat ke rs gede kayak gini biasa juga ke klinik atau ke rs babeh g...

Sekilas Exo, fandom, xoxo, dan Wolf

Gambar
 Setelah sekian lama akhirnya balik nulis. Idk man, akhir-akhir ini mood jelek banget, semua salah, bikin males nulis. Tapi tiba-tiba exo comeback, langsung banyak inspirasi hahahaha. Warning : Post ini bakalan panjang dan penuh, jadi berikut akan saya buat rangka tulisannya (beuh kayak anak SD aja bikin tulisan harus ada rangkanya).            1. EXO             1. 1 What is Exo             1. 2 Teaser Era             1. 3 MAMA Era             1. 4 Fandom Dramas             1. 5 Everything-is-leaked (part.1)             1. 6 New Comeback Teaser Era (a.k.a Exo is illuminati or Exo stan      overanalyze everything) 2. XOXO             2. 1 Everything-is-leaked (part.2)       ...

first post yo

Pindahan dari ezaria @ multiply. Hmmm nulis ga ya? nulis ga ya? /ngeselin

Semua ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kenapa harus insecure?

Saat saya menulis ini, kalender menunjukkan tanggal 3 Desember 2011, sehari sebelum Nouryoku Shiken. Seharusnya saya belajar mengingat level yang saya ambil lumayan berat juga. Tapi melihat masalah yang lagi rame belakangan ini, saya nggak tahan buat nulis, seengganya nulis pendapat pribadi saya.   Masalah apa?   Jadi ternyata sebuah majalah yang dikenal sebagai majalah yang membahas manga dan anime mengeluarkan sebuah survey yang intinya menanyakan apakah pembaca setuju apabila majalah ini membahas korea juga?   Saya sih tidak masalah ya, mengingat di Jepang juga sedang terkena hallyu wave. Silahkan saja, asalkan porsinya jangan berlebihan dan tidak melupakan slogan aslinya yaitu ‘ANIME & MANGA MAGAZINE’.   Tapi ternyata banyak juga yang menolak mentah-mentah.   Pembaca yang menolak ini kebanyakan adalah penikmat anime yang cukup merasa terganggu dengan keberadaan ‘demam korea’.   Sebagian dari mereka menyampaikan komentar denga...

Too young, too old

First we’re too young, and then we’re too old.   Warning : galau   Too young to do this, too young to do that. Gw menghabiskan masa remaja gw dengan mendengar itu. “Nggak boleh nak, kamu masih terlalu muda buat blahblahblah, belum waktunya buat blahblahblah”. Too young. Akhirnya gw tumbuh dengan berpikir, “Ah gw masih terlalu muda untuk itu.”   Tanpa disadari akhirnya udah terlambat, sekarang gw sudah ‘terlalu tua’.   At first it was “You’re too young for this.” And then suddenly it’s “Aren’t you too old for that?”   Sebenernya pengertian terlalu muda itu seperti apa? Batas waktunya sampai kapan? Apakah tanpa gw sadari gw sudah melewati masa remaja gw begitu saja? Sia-sia? Tanpa kesan?   First we’re too young, and then we’re too old.   Ditulis saat #GalauJikan Galau Jikan for Riri : Every night, 10 pm – dawn.   Kasdfghjkasdfghjkasdfgh nah apakah gw ‘terlalu muda’ untuk memikirkan ini? Atau gw terlalu ketuaan u...